Thursday , September 24 2020
Festival Cap Go Meh Singkawang Siap Pecahkan Rekor MURI Lagi
Festival Cap Go Meh Singkawang Siap Pecahkan Rekor MURI Lagi

Festival Cap Go Meh Singkawang Siap Pecahkan Rekor MURI Lagi

SINGKAWANG – Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang, Kalimantan Barat, memang fenomenal. Selalu berani tampil beda. Saking fenomenalnya festival ini kembali membidik rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), dengan menghadirkan replika Singa Raksasa berukuran 8,8 meter. Replika ini akan hadir mulai pembukaan, 3 Februari 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pemecahan rekor Muri seperti ini sudah berlangsung setiap tahun. Tahun lalu, 9 replika naga raksasa dihadirkan untuk memeriahkan festival Cap Go Meh di Singkawang.

“Inilah kerennya Festival Cap Go Meh di Singkawan. Festival ini selalu mampu menyuguhkan kejutan-kejutan yang menarik wisatawan. Itu sudah saya buktikan sendiri ketika hadir tahun lalu disana. Pokoknya keren,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (29/1).

Bagaimana tidak keren, sepasang singa ini sudah dipersiapkan sejak empat bulan lalu menggunakan bahan styrofoam oleh putra daerah Kota Singkawang. Lebih kerennya lagi para seniman yang membuatnya adalah para penyandang disabilitas. Ukuran sepasang singa ini pun mempunyai arti yang cukup mendalam. Pasalnya bagi masyarakat Tionghoa angka 8 merupakan angka sempurna.

“Replika singa ini hanya sebagian kecil dari kemeriahan Festival Cap Go Meh Singkawan. Warna-warninya sangat banyak. Wajar jika event ini masuk dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Kemenpar,” Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuty.

Menjadi satu paket dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2570, Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang memang penuh warna. Sejumlah atraksi siap digelar seperti pentas seni dan budaya, live musik dari artis nasional, atraksi tatung, expo Cap Go Meh, hingga atraksi 12 naga.

Perayaan puncak festival akan digelar 19 Februari 2019. Festival Cap Go Meh menyajikan aksi-aksi unik dari para Tatung di sepanjang jalan utama Kota Singkawang.

Ada juga Altan & Lelang, lalu prosesi ditutup dengan pembakaran replika 12 naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong).

Menurut Esthy, Festival Cap Go Meh ini venue terbaik untuk berlibur. Selain atraksinya, wisatawan juga bisa menikmati beragam kuliner khas Singkawang yang terdapat di stand-stand kuliner.

“Untuk aksesibilitas, jalan menuju Singkawang ini sangat bagus, jalannya lebar dan mulus. Ini memang sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo,” kata dia.

Aksesibilitas dan amenitas menuju ke Singkawang memang kini sangat mudah. Bila melalui jalur darat, wisatawan bisa menggunakan bus Damri dari Bandara Supadio, Pontianak.

Tarif yang ditawarkan sekitar Rp100 ribu sekali jalan. Total ada 5 armada yang disiapkan dengan interval keberangkatan dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

“Bagi para wisatawan asal Malaysia maka aksesibilitasnya jauh lebih sederhana. Mereka bisa menempuh jalur darat langsung dari Kuching menuju Singkawang melalui pintu PLBN Aruk di Sambas, Kalbar,” ucap Esthy.

Lantas bagai mana amenitasnya? Kota ini memiliki amenitas yang mumpuni. Kota Singkawang memiliki 30 Hotel dengan total 1.527 kamar. Belum lagi homestay yang juga telah disiapkan pemerintah kota untuk para wisatawan yang datang.

“Makanya mumpungbada waktu silahkan booking hotel dari sekarang. Biar dapat menikmati Festival Cap Go Meh Singkawang,” pungkas Esthy.

Check Also

Wisata Jembatan Barelang

Manjakan Turis di Tahun 2020, Disparbud Batam Siapkan 136 Event Unggulan

Sebanyak 136 calender of event atau kalender pariwisata Kota Batam 2020, siap digelar untuk memanjakan …

Leave a Reply