Monday , July 22 2019
Home / Festival / Festival Barongsai Karimun 2019, Siap Digelar April ini
Festival Barongsai Karimun 2019
Festival Barongsai Karimun 2019

Festival Barongsai Karimun 2019, Siap Digelar April ini

KARIMUN – Berakhirnya Festival Imlek bukan berarti tak bisa lagi melihat atraksi barongsai. Sebab, masih ada Festival Barongsai yang bakal digelar di Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, 26-27 April nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Boerlimar mengatakan, Festival Barongsai Karimun merupakan event tahunan Kabupaten Karimun yang telah masuk dalam Kalender Event Pariwisata Kepri. Tahun 2019 merupakan tahun ke 4 penyelenggaraan Festival Barongsai Karimun, Tahun Lalu peserta yang ikut 12 Tim dari Malaysia dan Singapura. Tahun ini kita targetkan 15 Peserta.

Boerlimar menambahkan, Karimun merupakan salah satu hub pintu masuk wisman di Kepulauan Riau, Data 2018 tercatat Kunjungan Wisman melalui Karimun sebanyak 84.718 Wisman. Karimun memiliki wisata pantai yang tidak kalah dari Batam dan Bintan perlu adanya dukungan stakeholder mengembangkan Pariwisata di Kabupaten Karimun untuk mendongkrak Kunjungan Wisman Kepri melalui Karimun.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani mengatakan, Festival Barongsai akan menampilkan atraksi barongsai dari tim-tim unggulan, baik dalam maupun luar negeri. Acara lomba digelar dengan berbagai kategori, dan pastinya bakal memukau para penonton.

“Festival Barongsai sudah menjadi agenda rutin yang kemungkinan akan terus digelar setiap tahun. Tahun lalu, ada 12 tim yang meramaikan event ini. Sebanyak 30% slot diisi tim dari Malaysia dan Singapura. Sisa slot dibagi merata pada tim-tim asal Kepri. Tuan rumah sendiri diberi 2 slot,” ujarnya, Kamis (21/2).

Kendati bertajuk Festival Barongsai, kegiatan ini tidak melulu diisi atraksi replika singa Tionghoa. Pada kesempatan yang sama, Pusat Latihan Seni Pelang Budaya Karimun akan turut mempersembahkan Tari Persembahan serta hiburan kolaborasi etnis Tionghoa dan Melayu. Lagi-lagi, dua budaya dari etnis berbeda bersatu menunjukkan keharmonisan.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, atraksi barongsai di Indonesia sudah menjadi hiburan bagi masyarakat umum. Seperti halnya reog dan kuda lumping, penikmatnya bukan lagi berasal dari kelompok masyarakat tertentu. Semua sudah berbaur. Kendati pemainnya masih dominasi warga keturunan, barongsai menjadi budaya yang mulai diakui keberadaaannya di Tanah Air.

“Atraksi barongsai sangat digemari wisatawan. Kami yakin event ini pun bakal menarik banyak pelancong. Tahun ini, kita targetkan kunjungan wisatawan sebanyak 200 ribu orang. Target ini khusus pada Festival Barongsai, bukan termasuk event lain,” ungkapnya.

Terkait akses, Dessy memastikan jalan menuju Tanjung Balai Karimun sudah sangat lancar. Dari Malaysia, lokasi bisa dijangkau melalui Pelabuhan Kukup dan Putri Harbour. Dari sini, ada 9 trip yang dibuka setiap hari. Begitu pun dari Singapura, pelayaran dibuka 4 trip setiap hari. Sedangkan bagi masyarakat atau wisatawan yang ada di Batam, perjalanan laut bisa dilayani hampir setiap jam.

“Tanjung Balai Karimun juga terhubung dengan Pekanbaru, Dumai dan Selat Panjang. Jadi bisa diakses dari mana saja. Mengenai amenitas, wisatawan tak perlu risau karena sekarang sudah banyak tersedia homestay dan hotel berbintang,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, atraksi budaya masih menjadi magnet terbesar untuk menarik wisatawan. Data yang ada, 60 persen wisatawan datang ke Indonesia karena budaya. Sisanya 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

“Dari sisi atraksi, budaya kita jelas sangat kuat. Ini yang harus dikelola secar serius bersama-sama. Barongsai sendiri memang berasal dari budaya Tionghoa. Tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa budaya ini ikut berkembang di antara kita dan bisa dipentaskan di Tanah Air,” jelasnya

Check Also

4th Turi Fish-Tival Internasional 2019 Bakal Sambut Pemancing Mancanegara

BATAM – Batam tidak pernah berhenti menghadirkan event berkualitas. Kali ini melalui 4th Turi Fish-Tival …

One comment

  1. Semoga Festival Barongsai di Tanjung Balai Karimun ini berjalan dengan lancar dan sukses.
    Kepri semakin banyak dikunjungi wisatawan.

Leave a Reply