Monday , May 20 2019
Home / News & Review / Festival Barongsai Karimun 2019 Resmi di Tutup, Dispar Kepri Optimis Tahun Depan Lebih Meriah
Festival Barongsai Karimun 2019
Festival Barongsai Karimun 2019

Festival Barongsai Karimun 2019 Resmi di Tutup, Dispar Kepri Optimis Tahun Depan Lebih Meriah

TANJUNG BALAI KARIMUN – Penyelenggaraan Festival Barongsai 2019 berakhir, Sabtu (27/4) malam. Event ini berlangsung sukses. Dari dua hari pelaksanaan, sebanyak 5.500 wisatawan hadir di Tanjung Balai Karimun.

Penyelenggaraan Festival Barongsai 2019 berlangsung 26-27 April. Event yang memasuki tahun ke-3, dihelat di Panggung Rakyat Puteri Kemuning, Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Arus pengunjungnya positif. Selama 2 hari, event dikunjungi 5.500 orang. Kunjungan optimal terjadi pada hari ke-2. Jumlah kunjungannya mencapai 3.000 orang. Padahal pada 2018, festival dikunjungi 4.500 orang.

“Penyelenggaraan Festival Barongsai 2019 sukses. Event berjalan lancar, lalu respons besar diperlihatkan publik. Pergerakan pengunjung pada malam penutupan festival lebih banyak dari hari pertama. Secara keseluruhan kami puas, meski nantinya tetap dilakukan evaluasi. Festival tahun depan harus lebih baik,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Sabtu (27/4).

Festival Barongsai 2019 mampu menarik wisman sekitar 157 orang. Mereka berasal dari 7 tim peserta dengan paspor Malaysia dan Singapura. Tahun ini total ada 14 tim yang bertanding dan 50% diisi peserta mancanegara. Festival ini masuk sebagai kalendar tahunan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI).

Stakeholder pariwisata Kepri dan Karimun pun sepakat untuk membuat event ini menjadi lebih besar. Festival Barongsai akan didorong masuk Calendar of Event (CoE) Nasional pada 2020. Statusnya dinaikan menjadi event dunia dengan proyeksi komposisi peserta Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Thailand. Bujet penyelenggaraan akan dinaikan menjadi Rp800 Juta dari angka Rp400 Juta tahun ini.

“Festival Barongsai 2019 sangat dinamis. Ada beragam gagasan yang diberikan untuk membuat festival menjadi lebih menarik lagi di tahun depan. Progress pergerakan pengunjungnya juga sangat positif dari tahun ke tahun. Setelah berkompetisi setelah 2 hari penuh, kami ucapkan selamat kepada juara,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Setelah berkompetisi, posisi 6 besar klasemen akhir dibagi rata 3 negara kontestan. Indonesia, Singapura, dan Malaysia masing-masing menempatkan 2 timnya di podium. Status juara menjadi milik tim tuan rumah Hoa Sen. Kontestan dari Karimun membukukan point tertinggi 8,80 sehingga menyandang posisi juara. Hoa Sen menampilkan aksi dengan tema ‘Singa Mencari Chai Chin di Sungai’.

Apresiasi harus diberikan pada Hoa Sen. Sebab, mereka beraksi di bawah cuaca kurang baik. Angin kencang dan gerimis menjadi tantangan yang harus ditaklukan juga. Mentalitas juara mereka memang kuat dan menyudahi pertunjukan dengan tanpa pemotongan nilai.

“Sejak awal bertanding di ruang terbuka tidak mudah. Sebab, ada faktor angin. Untuk itu dibutuhkan mentalitas yang kuat,” kata Rizki lagi.

Dominasi tuan rumah semakin lengkap. Sebab, tim Kuangnan Bima Satya dari Tanjung Batu, Kundur, Karimun, muncul sebagai runner Festival Barongsai 2019. Bima Satya pun sukses meraih point 8,78 dan aksinya tanpa disertai pemotongan nilai. Tema yang ditampilkannya ‘Menelusuri Halaman Rumah yang Misterius’. Alur ini pun berbeda dengan mayoritas peserta.

“Tema aksi yang ditampilkan tidak identik. Dengan kreativitasnya, peserta mengembangkan tema-tema yang unik. Munculnya 2 nama tim lokal sebagai yang terbaik sangat membanggakan. Artinya, secara kualitas mereka lebih baik. Pengembangan Barongsai di Indonesia juga sangat kompetitif. Dukungan harus diberikan,” jelas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Posisi 3 Festival Barongsai akhirnya menjadi milik Hoon Hong asal Singapura yang tampil Jumat (26/4) malam. Hoon Hong finish ke-3 setelah mengantongi nilai 8,66 dan jadi penampil terbaik di hari pertama. Mereka menampilkan tema ‘Barongsai Mabok Anggur’. “Event memang sukses, tapi tampaknya perlu evaluasi. Sebab, rencana besar dari pengembangan Festival Barongsai sudah digulirkan,” tutur Dessy.

Posisi big six Festival Barongsai 2019 pun dilengkapi 1 tim Malaysia dan 2 peserta asal Malaysia. Negeri Jiran Malaysia menempatkan Persatuan Kebudayaan dan Sukan Yan Wong jadi Harapan 1. Yan Wong mengumpulkan nilai 8,65. Posisi Harapan 2 ditempati Thai Hing Nam Wah dengan skor 8,63. Untuk slot Harapan 3 menjadi milik Zhu Yun Gong asal Singapura dengan raihan point sama.

“Festival Barongsai 2019 sangat kompetitif. Selisih nilai antar tim sangat tipis. Hiburan yang disajikannya sangat berkualitas karena skor 6 tim terbaik lebih dari 8,60. Dengan komposisi ini, wajar bila event bisa menarik pengunjung dalam jumlah besar. Kami yakin, Festival Barongsai akan memberi impact poositif bagi pergerakan wisman,” papar Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Sukses menduduki posisi big six klasemen akhir Festival Barongsai 2019, hadiah besar pun diberikan. Total hadiah Rp80 Juta diberikan. Status juara diganjar uang Rp25 Juta, lalu Rp20 Juta bagi runner up. Posisi ke-3 dihargai Rp17 Juta. Festival Barongsai 2019 ini tetap menyediakan hadiah Rp7 Juta bagi harapan 1. Posisi harapan 2 diganjar Rp6 Juta, lalu harapan 3 diberi uang Rp5 juta.

“Kami ucapkan selamat kepada para peserta terbaik Festival Barongsai 2019. Terima kasih pada seluruh peserta yang telah menampilkan performa terbaiknya. Kami yakin, gelaran event tahun depan akan lebih baik dan meriah. Silahkan datang kembali ke Karimun. Pastikan Karimun juga menjadi destinasi terbaik untuk berlibur,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Check Also

Rasakan Sensasi Buka Bersama Kampung Ramadan in Style di Ibis Style Hotel Batam

Batam – Buka Puasa dengan dengan nuasa dan citra rasa masakan kampung halaman menjadi keinginan …

Leave a Reply